Mengenal Konsep Smart City dan Contohnya di 7 Kota Indonesia

Bagikan:
konsep smart city
Baca Blog Lainnya
Produser
Pengertian dan Tugas Seorang Produser dalam Pembuatan film 
Alur cerita
Kenali Apa itu Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Tahapan 
sinematografi
Mengenal Apa Itu Sinematografi dari Segi Teknik, Unsur dan Contoh
Tour Guide
Kenali Apa Itu Tour Guide Beserta Tugas dan Syarat
revolusi industri 4.0
Revolusi Industri 4.0: Pengertian, Dampak, Ciri-ciri, dan Contoh 

Smart City adalah bentuk upaya dalam memajukan suatu kota dengan basis teknologi informasi dan komunikasi. Smart City kini tengah menjadi sebuah trend di Indonesia. Perkembangan teknologi yang cepat membuat konsep smart juga diterapkan dalam sebuah sistem maupun tatanan kota.

Konsep yang disebut sebagai smart city adalah mengutamakan sebuah tatanan kota cerdas yang berperan dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Konsep smart city dihadirkan sebagai jawaban untuk pengelolaan sumber daya secara efisien.

Konsep kota cerdas telah banyak diterapkan di Indonesia mulai dari ibu kota Jakarta, Surabaya hingga Denpasar. Sebelum membahas 7 kota smart city di Indonesia, mari kita ulas lebih lanjut mengenai konsep smart city.

Cari Tahu Apa Itu Smart City

Secara harfiah, smart city adalah konsep sebuah kota cerdas yang dirancang sedemikian rupa demi kepentingan masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya agar efisien dan efektif. Smart City adalah konsep perencanaan kota dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang akan membuat hidup lebih mudah dan sehat dengan tingkat efisiensi serta efektifitas tinggi. 

Smart City adalah sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan konsep kota cerdas, berbagai macam data serta informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas.

Selanjutnya data disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis gadget. Melalui gadgetnya, secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna lain. 

Smart City saat ini merupakan konsep yang telah melalui penyempurnaan dari konsep sebelumnya dan mempertimbangkan aspek yang mungkin belum ada. Konsep smart city yang telah diperbarui adalah 

  • Sebuah kota berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi, penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup 
  • Sebuah kota yang mengontrol serta mengintegrasi semua infrastruktur termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan, komunikasi, air, listrik, dan pengelolaan gedung.
  • Menghubungkan infrastruktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur sosial, serta bisnis infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan kota. 
  • Membuat kota lebih efisien serta  layak huni 
  • Penggunaan smart computing untuk membuat kota cerdas dan fasilitasnya meliputi pendidikan, kesehatan, keselamatan umum, transportasi cerdas, saling berhubungan dan efisien. 

Baca Juga: Peran Digitalisasi dan Contohnya Pada UMKM, Pendidikan dan Pariwisata

Tujuan Smart City

Tujuan smart city adalah membangun dan mengelola kota dalam dimensi teknologi, manusia serta institusional. Tiga dimensi tersebut mendukung tujuan utama membangun kota cerdas yaitu membuat kota yang nyaman untuk masyarakatnya dan dapat bersaing dalam perekonomian. Untuk tujuan lain dari smart city adalah sebagai berikut.

  • Menciptakan perencanaan serta pengembangan kota layak huni yang lebih baik di masa depan;
  • Meningkatkan produktivitas daerah atau daya saing ekonomi;
  • Menciptakan sistem ekonomi yang terintegrasi dan efisien;
  • Menciptakan rumah dan bangunan ramah lingkungan dengan memakai sumber energi terbarukan;
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Pelajari Unsur Pilar Smart City

Visualisasi Smart City pada sebuah kota
(Foto: Pexels)

Dalam mengenal konsep kota cerdas, penting untuk memahami unsur-unsur atau pilar yang membentuknya, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Smart Economy (Ekonomi Cerdas)

Smart Economy adalah sebuah kota cerdas dengan tingkat perekonomian yang baik, pemanfaatan sumber daya atau potensi alam secara efisien dan efektif. Pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah dapat dilihat dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dalam suatu daerah juga akan meningkatkan investasi terhadap kota tersebut.

2. Smart Mobility (Mobilitas Cerdas) 

Pengembangan sistem transportasi berbasis teknologi merupakan salah satu unsur pilar smart city yang dikenal dengan smart mobility. Penerapan sistem ini bertujuan untuk memberikan akses transportasi yang ramah lingkungan dan efisien dalam hal energi, biaya dan waktu.

3. Smart Environment (Lingkungan Cerdas) 

Smart environment adalah pembangunan sarana dan prasarana dalam upaya mewujudkan tata kelola lingkungan hidup yang baik. Dalam membangun smart environment perlu memperhatikan 3 sub pilar meliputi penngembangan perlindungan lingkungan, tata kelola limbah dan tata kelola energi berkelanjutan. Contoh penerapan smart environment adalah Ruang Terbuka Hidup yang stabil.

4. Smart People (Masyarakat Cerdas) 

Kreativitas serta modal sosial, pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi (economic capital), modal usaha (human capital), maupun modal sosial (social capital). Modal sosial termasuk elemen-elemen seperti kepercayaan, gotong-royong, toleransi, penghargaan, saling memberi dan saling menerima. Kolaborasi sosial memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti meningkatnya tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

5. Smart Living (Hidup Cerdas atau Kualitas Hidup) 

Smart living adalah konsep yang mengintegrasikan peralatan elektronik dan tata cahaya pada rumah maupun kantor. Tujuan menerapkan smart living adalah meningkatkan kualitas hidup berdasarkan kenyamanan, keamanan dan efisiensi dalam beraktivitas. Peningkatan kualitas hidup ini mengindikasikan bahwa manusia terus berupaya dalam memperbaiki diri sendiri.

6. Smart Governance (Pemerintahan Cerdas) 

Kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan adalah Good Governance, yang merupakan paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai serta juga prinsip desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab dan berdaya saing.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Transformasi Digital dan Perkembangannya di Indonesia

Landasan Membangun Smart City

Untuk membangun sebuah kota cerdas, terdapat beberapa landasan atau prinsip yang harus diterapkan. Simak penjelasan berikut.

1. Pemerintah

Pemerintah berperan penting dalam mewujudkan terciptanya kota cerdas melalui penetapan perencanaan, penerapan regulasi (peraturan) yang diperlukan, merencanakan pembiayaan, membangun sistem serta infrastruktur berbasis teknologi, serta melakukan pengelolaan.

Pemerintah harus memiliki impian dan keinginan untuk menjadikan sebuah kota cerdas, memberikan kehidupan berkualitas bagi masyarakatnya, serta memberikan pelayanan yang baik dan efektif kepada seluruh masyarakat di kota tersebut. 

2. Dukungan Masyarakat 

Landasan kedua dari smart city adalah masyarakat yang sangat berperan dalam mewujudkan terciptanya Smart City melalui dukungan masyarakat atas program-program, kebijakan, peraturan (regulasi) dan komitmen Pemerintah guna mewujudkan sebuah kota cerdas.

Dukungan masyarakat tersebut dapat berbentuk ikut serta langsung menjadi pelaku dalam membangun kota yang cerdas, menjaga dengan baik atas sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh pemerintah dalam mendukung mewujudkan kota cerdas, menyampaikan ide atau saran inovatif untuk memperbaiki lebih baik lagi atas sistem yang sudah ada, setiap masyarakat memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap lingkungannya, setiap individu mampu menciptakan kenyamanan serta keamanan di lingkungan sekitarnya, serta memiliki sikap dan perilaku yang baik dengan sesamanya. 

3. Pembiayaan

Sebuah teknologi canggih dirasakan sangat bermanfaat bagi semua kehidupan manusia. Berbagai kehidupan dapat diperoleh melalui penggunaan teknologi. Namun untuk membangun teknologi canggih membutuhkan biaya sangat besar. Pemerintah daerah yang ingin membangun kota cerdas berbasis teknologi informatika dan komunikasi harus memikirkan, merencanakan serta menggambarkan anggaran biayanya.

Biaya tersebut harus dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),  jika dimungkinkan Pemerintah Daerah dapat meminta bantuan dana dari Pemerintah Pusat untuk membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi tersebut.

4. Teknologi 

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan pelayanan administrasi pemerintahan, mengakibatkan sektor pelayanan publik dari Pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan murah. Penggunaan teknologi dapat memberikan kemudahan dalam mengembangkan hasil, menciptakan hasil berkualitas, meningkatkan kecepatan, serta sebagai kekuatan untuk bersaing.

Contoh Smart City di Indonesia

Gambar menunjukkan keseharian seseorang di kota besar Smart City.
(Foto: Pexels)

Konsep kota cerdas sudah mulai diterapkan pada beberapa kota besar di Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa kota di Indonesia yang menerapkan konsep kota cerdas.

1. Jakarta Smart City

Jakarta Smart City mengusung Smart City Lounge yang menjadi pusat kontrol dan mampu menerima pengaduan masyarakat mengenai masalah sosial, kemacetan, banjir, sampah, kriminalitas, pelayanan publik serta masalah lain di ibukota. Pemprov DKI Jakarta juga membuat aplikasi untuk mengakses layanan dalam mengusung konsep smart city seperti aplikasi e-Uji Emisi milik Dinas Lingkungan Hidup, JakEvo milik Dinas PM dan PTSP, serta aplikasi TijeKu oleh Transjakarta.

Selain itu, ada juga platform Cepat Respon Masyarakat yang terdiri dari kanal pengaduan resmi yang dipakai masyarakat dan aplikasi Citizen Relations Management oleh Organisasi Perangkat Daerah untuk menindaklanjuti laporan. Maka dari itu puluhan ribu permasalahan di Jakarta dapat ditangani dengan efektif dan efisien tiap bulannya.

2. Bandung Smart City

Dalam mengusung konsep smart city, Bandung menggunakan beberapa aplikasi seperti Hay U untuk perizinan online dan Silakip untuk memonitor kinerja Pemerintah Kota. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung menggunakan Twitter sebagai media komunikasi dengan warga untuk menyampaikan aspirasinya.

3. Makassar Smart City

Makassar juga sudah memiliki Makassar Smart Card untuk mengatur sistem pemerintahan dan pembayaran. Ibu kota Sulawesi Selatan telah menerapkan sistem pembayaran parkir online dan dapat memantau kemacetan.

4. Surabaya Smart City

Pemerintah kota Surabaya telah menerapkan sistem keuangan daerah berbasis teknologi. Selain itu, Pemerintah kota Surabaya menerapkan smart mobility dan memasang CCTV di 635 titik jalan di kota Surabaya. Hal-hal tersebut merupakan beberapa contoh penerapan smart governance. 

5. Semarang Smart City

Ibu kota Jawa Tengah punya sistem informasi perencanaan daerah, informasi monitoring evaluasi, pelaporan warga online terintegrasi, aplikasi CCTV publik, sampai sistem perizinan bangunan dapat diurus tanpa perlu datang ke kantor pemerintah.

6. Yogyakarta Smart City

DIY Yogyakarta menerapkan sistem kelistrikan melalui smart grid dalam memenuhi salah satu pilar smart city. Smart grid dapat mengontrol penggunaan pembangkit listrik dengan energi fosil maupun energi baru terbarukan. Smart grid juga bermanfaat untuk masyarakat dalam mengatur penggunaan listrik secara otomatis dan menyesuaikan kebutuhan.

7. Denpasar Smart City

Sebagai salah satu kota yang banyak dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara, Denpasar mulai melangkah menjadi smart city di Indonesia. Damamaya Denpasar Cyber Monitor merupakan aplikasi yang mengintegrasikan beberapa layanan masyarakat seperti nomor telepon gawat darurat 112, pemantauan banjir, Pengaduan Rakyat Online (Pro) Denpasar, dan E-Sewaka Dharma. Selain itu, Denpasar juga memiliki lounge digital untuk mewadahi pelaku technopreneur meningkatkan bisnis daerah.

Penerapan smart city di berbagai kota di Indonesia sudah mulai diterapkan. Namun, hanya beberapa kota saja yang telah berhasil menerapkan konsep ini dalam berbagai sektor serta tatanan di kotanya. Sedangkan kota-kota lain di Indonesia sedang berusaha untuk mencapai smart city. Salah satunya yakni Kota Malang yang tengah berupaya menerapkan berbagai teknologi dan membuat tatanan demi mewujudkan smart city. 

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang dengan SEO (Search Engine Optimization)

Kesimpulan

Smart City adalah sebuah konsep pengelolaan kota yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan efisiensi sistem kota melalui penerapan teknologi digital. Konsep ini telah diterapkan di berbagai kota di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Beberapa contoh kota di Indonesia yang menerapkan konsep smart city mulai dari Jakarta hingga Denpasar.

Setiap kota memiliki fokus dan prioritas yang berbeda dalam penerapan konsep smart city, namun keseluruhannya bertujuan untuk memberikan manfaat yang lebih baik bagi warga dan mendorong kemajuan ekonomi. Penerapan konsep smart city di Indonesia masih terus berlanjut dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan kota di masa depan.

KEK Singhasari membuka peluang investasi untuk memperluas potensi bisnis dan meraih kesuksesan di era digital.