Terkadang, berada di lingkungan yang sama selama kita tinggal bisa menjadi membosankan. Melakukan pekerjaan yang monoton setiap hari dapat menjadi melelahkan. Karena itu, tidak jarang orang melakukan bepergian ke suatu tempat untuk menikmati hal-hal dan lingkungan baru,.
Salah satu kegiatan yang diminati banyak orang adalah bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Atau bisa juga bepergian ke suatu tempat dengan tujuan menetap beberapa hari. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa orang untuk menghibur diri di tempat baru.
Karena alasan itu, banyak orang menyelam pada dunia industri pariwisata mengingat kebutuhan nya semakin meningkat. Tidak hanya itu, industri ini juga memiliki proyek yang terjamin dan akan terus berjalan.
Cakupan industri ini sangat luas. Mulai dari jasa penginapan, jasa perjalanan atau travel, souvenir, kendaraan seperti bus dan rental mobil, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai industri pariwisata lebih lengkap lagi. Tentang contoh, ciri-ciri, elemen dan seberapa painting dampak industri pariwisata pada perekonomian Indonesia.
Pengertian Industri Pariwisata
Sebelum masuk lebih dalam lagi mengenai industri pariwisata, kita perlu memahami apa itu industri pariwisata dengan jelas.
Industri pariwisata adalah industri dimana menawarkan jasa dan produk atau barang untuk konsumen nya. Pada sektor ini berkaitan dengan semua hal yang dapat menunjang seluruh jalannya pariwisata atau bisnis travelling.
Industri pariwisata adalah industri yang bergerak pada seluruh komponen penunjang travelling atau pariwisata itu sendiri termasuk pada bagian biro perjalanan, rental kendaraan, penjualan tiket, catering atau jasa konsumsi, dan organizer pariwisata.
Industri pariwisata adalah industri dimana setiap perusahaan berfokus pada produk dan jasa dan memiliki orientasi pada perkembangan.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Tour Guide Beserta Tugas dan Syarat
Ciri-ciri Industri Pariwisata

Pada industri ini memiliki beberapa hal yang membedakannya dengan bisnis lain. Perbedaan ini diklasifikasikan menjadi karakteristik tersendiri bagi industri pariwisata.
Ada empat ciri-ciri utama pariwisata, dan ini adalah tidak berwujud, tidak tahan lama, tidak terpisahkan, dan variabilitas yang berbeda dengan produk fisik yang diproduksi, disimpan, kemudian dijual, kemudian dikonsumsi. Berikut ciri-ciri industri pariwisata.
1. Tidak berwujud
Mengingat pada industri pariwisata beroperasi lebih banyak pada jasa. Ini berarti, mereka hanya menyediakan keseluruhan yang menyangkut tenaga manusia atau bantuan demi kebutuhan jalannya pariwisata itu sendiri.
Kita bisa ambil contoh seperti ketika kita melakukan perjalan ke suatu tempat, otomatis yang kita persiapkan adalah tiket dan jasa travel. Berarti yang dimaksud tidak berwujud di sini adalah, jasa yang kita pakai untuk dapat melakukan perjalanan ke suatu tempat.
2. Tidak tahan lama
Ketika kita melakukan bepergian ke mana saja dan menggunakan jasa penginapan. Tentu saja, terdapat durasi terhadap berapa lama waktu menginap kita. Penawaran seperti ini terdapat masa tenggang nya. Jika kita memesan untuk penginapan satu hari satu malam, maka kita harus sudah pergi tepat waktu yang ditentukan.
Lebih jelasnya lagi ketika kita memesan bisnis rental mobil pada industri pariwisata. Kita perlu menetapkan waktu penyewaan, misalnya 2×24 jam. Tentu saja biaya yang ditawarkan akan berbeda tergantung dengan durasi yang sudah disepakati.
3. Tidak terpisahkan
Menggunakan jasa atau produk dari industri pariwisata biasanya akan selalu satu sama lain berkaitan. Ketika kita melakukan pemesanan tiket, kita juga dapat memilih paket bersamaan dengan jasa travel dimana kita hanya tinggal terima jadi dan duduk sampai pada tujuan.
Selanjutnya, ketika kita memesan penginapan hotel, biasanya akan satu paket dengan konsumsi. Ini berarti, dalam industri pariwisata, masing-masing bisnis akan selalu berkaitan satu sama lain. Dimana perusahaan akan menyediakan beberapa hal yang dapat menunjang keperluan seseorang dalam perjalanan.
Maka dari itu, bisnis penginapan biasanya tidak terpisahkan dengan bisnis konsumsi atau catering. Begitu juga dengan bisnis travel, tidak terpisahkan dengan bisnis rental kendaraan.
4. Variabilitas berbeda
Yang dimaksud pada variabilitas berbeda adalah bahwasannya setiap industri pariwisata menawarkan keunikan dan daya tarik nya masing-masing. Satu bisnis travelling tidak akan sama dengan bisnis travelling lainnya.
Ini bisa saja berbeda dari segi penawaran yang ditawarkan oleh mereka. Seperti misalnya, sebuah industri penginapan tidak akan sama dengan industri penginapan lainnya. Bisa saja mereka menawarkan jasa rental tetapi pada bisnis lain tidak menawarkan jasa rental kendaraan.
Banyak dari perbedaan yang bisa kita temui pada bisnis pariwisata. Ini menjadi termasuk keunggulan tersendiri. Karena dengan begitu, akan ada keunikan yang dimiliki dan ditawarkan oleh setiap biro jasa dan produk pada industri pariwisata.
Baca Juga: Peran Digitalisasi dan Contohnya Pada UMKM, Pendidikan dan Pariwisata
Elemen Industri Pariwisata
Elemen industri pariwisata dalam hal ini merujuk pada hal-hal yang dapat menunjang jalannya bisnis tersebut. Atau biasanya berkaitan dengan elemen yang berkaitan dengan satu sama lain.
Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa elemen industri pariwisata.
1. Transportasi
Ketika kita menentukan untuk akhirnya berpergian ke suatu tempat. Pastilah tidak jauh dari pertanyaan bagaimana kita bisa sampai tujuan tersebut? Kendaraan apa yang terbaik untuk menuju ke tempat tersebut?
Nah! Transportasi adalah salah satu elemen terpenting pada industri pariwisata. Hal pertama yang dilakukan oleh orang banyak adalah mencari transportasi.
Misalnya jika kita ingin pergi ke lombok, maka kita perlu menentukan apakah menggunakan pesawat atau kapal atau bahkan transportasi lainnya.
Maka dari itu transportasi adalah salah satu elemen penting pada industri pariwisata.
2. Jasa Boga atau Catering Makanan
Salah satu elemen penting lainnya adalah jasa boga atau catering makanan. Industri pariwisata dapat menyediakan catering makanan atau jasa boga bersamaan dengan jasa yang ditawarkan lainnya pada industri pariwisata.
Biasanya jasa boga diperlukan untuk kebutuhan konsumsi para konsumen ketika menginap atau melakukan perjalanan.
3. Akomodasi
Akomodasi yang dimaksud adalah tempat penginapan yang dapat dijadikan tempat tujuan. Akomodasi penginapan di sini dapat berupa hotel, villa, guest house, motel, dan penginapan lainnya.
Sekarang ini, akomodasi pada industri pariwisata menjadi daya tarik utama karena mulai bermunculan istilah “staycation,” dimana seseorang pergi ke suatu tempat penginapan hanya untuk mencari suasana baru di satu tempat itu saja.
Contoh Industri Pariwisata

Berikut adalah beberapa contoh industri pariwisata yang populer digunakan oleh kalangan masyarakat.
1. Agen travel
Agen travel merupakan salah satu contoh bisnis dimana fokus bisnis adalah untuk menyiapkan hal-hal yang dapat menunjang kelancaran perjalanan klien.
Pada agen travel biasanya akan ada hospitality tersendiri yang beroperasi untuk memastikan klien akan nyaman dan tepat waktu sampai tujuan.
2. Agen penginapan
Selanjutnya adalah agen penginapan dimana menyediakan tempat inap untuk klien dapat stay selama beberapa waktu yang telah ditentukan. Biasanya penginapan yang ditawarkan adalah hotel, villa, guest house. Di sini dapat memesan kamar atau bahkan satu rumah keseluruhan untuk menginap.
3. Agen catering
Contoh industri selanjutnya adalah agen catering. Pada bisnis ini biasanya mereka menawarkan konsumsi yang dapat diantar sesuai dengan waktu jam makan baik itu sarapan, makan siang, dan dinner. Pada agen ini biasanya cocok untuk kalian yang ingin menikmati makanan khas daerah tujuan.
Dampak Industri Pariwisata
Berikut adalah beberapa dampak transformasi digital yang muncul dalam berbagai bidang.
1. Dampak Ekonomi
Efek ekonomi dari pariwisata termasuk peningkatan pendapatan pajak dan pendapatan pribadi, peningkatan standar hidup dan lebih banyak kesempatan kerja.
Dampak sosio kultural terkait dengan interaksi antara orang-orang dengan latar belakang budaya, sikap dan perilaku yang berbeda, serta hubungan dengan barang-barang material.
2. Dampak Sosial
Menjadi lebih populer di kalangan wisatawan, hal ini memaparkan setiap orang pada budaya dan cara hidup baru. Orang-orang yang berkunjung telah belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia melihat bagaimana orang lain menjalani hidup mereka.
Pariwisata juga membantu masyarakat setempat karena memberikan manfaat seperti pekerjaan dan pendapatan baru, yang selain membantu perekonomian, juga membantu aspek sosial karena memiliki pekerjaan dan pendapatan yang stabil juga meningkatkan hubungan sosial.
Baca Juga: Mengenal KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Indonesia
Kesimpulan
Bisnis yang bergerak pada bidang pariwisata menjadi salah satu penunjang ekonomi tertinggi di berbagai negara. Salah satu nya adalah negara yang memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Indonesia menjadi salah satu negara tujuan untuk liburan.
Industri pariwisata adalah organisasi yang berhubungan dengan penyediaan jasa dan barang yang dapat melengkapi kebutuhan setiap klien ketika perjalan dalam perjalanan, ketika sudah sampai pada tujuan tempat, sampai pada saat waktu kembali.
KEK Singhasari membuka peluang investasi untuk mengoptimalkan potensi bisnis anda dan meraih kesuksesan di industri pariwisata.
