Animasi adalah gambar bergerak yang terdiri dari beberapa gambar sehingga menimbulkan gerakan. Animasi sangat disukai oleh hampir semua orang- mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua. Salah satu contohnya yang seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari yakni berbentuk film.
Gambar dan alur cerita yang sederhana namun menarik, dapat menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran dari kepenatan. Namun seringkali orang-orang masih belum mengetahui bagaimana seluk beluk animasi ini, seperti bagaimana sejarah terciptanya, manfaat untuk kehidupan serta berbagai jenisnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai animasi, simak artikel berikut ini!
Apa Itu Animasi?
Kata animasi sendiri memiliki asal kata “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Animasi adalah bentuk gerak yang biasa ditampilkan pada layar digital. Bentuk gerak ini berasal dari beberapa objek yang bersatu yang diedit untuk disatukan mengikuti sketsa dan perhitungan waktu yang telah tentukan.
Gambar atau objek tersebut dapat berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Dalam proses pembuatannya, animator (pembuat) harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari posisi awal hingga posisi akhir objek tersebut. Animasi juga memiliki daya tarik tersendiri sehingga tampilannya terlihat lebih menarik.
Menurut Ibiz Fernandes animasi adalah sebuah rangkaian proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan. Berdasarkan arti harfiah, berarti menghidupkan yang merupakan usaha untuk menggerakkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri. Saat ini terdapat 3 jenis bentuk yakni animasi dua dimensi (2D), tiga dimensi (3D) dan empat dimensi (4D).
Animasi pada dasarnya merupakan bagian dari salah satu disiplin ilmu yang memadukan antara seni dan teknologi. Sebagai disiplin ilmu seni, animasi terikat aturan yang mendasari ilmu itu sendiri (prinsip). Sedangkan teknologi, digunakan untuk menunjang keilmuan teknologi yakni berupa perangkat yang digunakan untuk merekam berupa kamera, perekam suara, perangkat komputer serta sumber daya manusia. Kedua ilmu ini saling bersinergi sehingga mewujudkan sebuah karya animasi yang dapat kita nikmati.
Fungsi Animasi
Animasi memiliki daya tarik tersendiri sehingga sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti sektor pendidikan maupun industri, contohnya pada power point presentasi.
1. Animasi Dapat Menarik Perhatian
Animasi adalah bentuk gambar yang disusun untuk menghasilkan suatu pergerakan atau motion. Motion ini menimbulkan efek menarik perhatian karena adanya pergerakan dengan suara yang selaras. Penggunaannya pada presentasi membuat perhatian orang fokus dan tidak cepat bosan terhadap apa yang kita sampaikan. Hal tersebut menjadi bentuk kreativitas seseorang untuk dapat menyajikan sesuatu dengan menarik.
2. Animasi Dapat Memperindah Tampilan Presentasi
Selain menarik perhatian, animasi juga membantu dalam hal meningkatkan kreativitas dengan tampilan yang indah. Terdapat susunan gambar dapat dipilih untuk menggunakannya sesuai dengan topik presentasi kita.
3. Mempermudah Susunan Presentasi
Animasi memudahkan susunan presentasi karena dapat mengatur urutan tampilan yang muncul. Contoh nya yang terdapat Microsoft Power Point untuk menentukan bagian yang ingin ditampilkan terlebih dahulu. Setelah itu presenter hanya akan menekan klik saja supaya presentasi nya dapat ditampilkan dengan tersusun.
4. Mempermudah Penggambaran dalam Suatu Materi
Dalam menjelaskan materi, pasti nya penting bagi presenter untuk menyusun materi presentasi agar dapat dipahami dengan mudah. Pada aplikasi seperti Microsoft Power Point sudah terdapat template animasi, sehingga kita hanya perlu memasukan materi apa saja yang ingin ditampilkan.
Jenis-jenis Animasi
Animasi memiliki masing-masing kriteria dan jenis yang saling berbeda. Berikut ini merupakan jenis jenisnya.
1. Animasi 2D (2 Dimensi)

Penciptaan film kartun adalah perwujudan nyata dari perkembangan revolusioner animasi dua dimensi. Untuk animasi dua dimensi (2D) biasa juga disebut dengan film kartun.
2. Animasi 3D (3 Dimensi)

Setelah lahir nya dua dimensi, terjadi evolusi menjadi animasi tiga dimensi (3D). Jenis ini memiliki karakter lebih hidup dan realistis dalam animasi 3D, dan mereka lebih mirip dengan bentuk manusia aslinya.
3. Animasi Stop Motion
Tokohnya dibuat menggunakan clay atau bahan lentur untuk pembuatan kerangka tubuhnya. Setelah tokoh-tokoh siap, lalu difoto gerakan per gerakan. 10 foto tersebut akan digabungkan menjadi gambar yang bisa bergerak seperti yang kita tonton di film. Kekurangan stop motion yaitu biayanya sangat tinggi.
4. Animasi Tanah Liat (Clay Animation)
Cara kerjanya hampir sama dengan Stop Motion hanya saja bagian-bagian tubuh kerangka ini, seperti kepala, tangan, kaki bisa dilepas dan dipasang lagi.
5. Animasi Jepang (Anime)

Jepang memiliki istilah sendiri untuk jenis animasi dari negara nya, yang disebut sebagai anime. Anime biasanya menggunakan tokoh-tokoh karakter dan background yang digambar dengan tangan serta sedikit bantuan komputer.
6. Animasi GIF
GIF menggunakan gambar yang terhubung untuk mengimplementasikan konsep dasar animasi. Hal tersebut sekilas terlihat seperti video padahal file tersebut hanyalah berupa gabungan gambar dengan teknik GIF sederhana.
Software Animasi
Ada banyak sekali software animasi yang tersedia saat ini, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, gratis hingga yang harganya jutaan rupiah. Berikut merupakan jenis software tergantung pada tujuan penggunaannya.
1. Software Animasi 2D
Animasi tradisional dibuat dengan perangkat lunak animasi 2D, yang sering digunakan untuk menggambar, memodifikasi gerakan, menetapkan waktu, dan terkadang bahkan memunculkan suara. Dari sisi penggunaan umumnya tidak sulit. Contoh dari Software Animasi 2D ini antara lain:
- Macromedia Flash
- Adobe Flash
- Macromedia Director
- ToonBoom Studio
- Adobe ImageReady
- Corel RaVe
- Swish Max
- Adobe After Effect
2. Software Animasi 3D
Jenis animasi dengan menggunakan alat kompleks dan kemampuan perangkat lunak 3D memungkinkan pembuatan animasi 3D. Membuat objek 3D, mengontrol pergerakan kamera, menawarkan efek, mengimpor video dan musik, dan banyak hal lainnya adalah beberapa di antara fasilitas dan kemampuan tersebut. Beberapa program animasi 3D memiliki fitur unik, seperti untuk animasi sosok manusia dan lanskap, animasi judul, dll. Penggunaannya memerlukan keahlian yang cukup tinggi dan terkadang rumit karena kemampuannya yang canggih. Contoh perangkat lunak animasi 3D ini meliputi:
- 3D Studio Max
- Maya
- Poser (figure animation)
- Bryce (landscape animation)
- Vue (landscape animation)
- Cinema 4D • Blender (gratis)
- Daz3D (gratis)
Prinsip Utama Animasi
Animate, yang berarti memberi tampilan hidup pada benda mati, adalah akar dari istilah “animasi.” Seorang Animator profesional sepertinya harus mengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi menarik, dinamis dan tidak membosankan. Dibawah ini terdapat 12 Prinsip Animasi agar hasilnya terlihat seperti nyata:
1. Timing (Waktu)
Prinsip ini menentukan apakah gerakan tersebut alami atau tidak. Bayangkan manusia bergerak terlalu lambat sementara latar belakangnya bergerak terlalu cepat. Atau bola yang memantul dari tanah, tetapi bunyi pantulannya sudah terdengar sebelum bola benar-benar memantul. Oleh karena itu, sinkronisasi antar bagian animasi lebih penting daripada waktu di sini.
Animasi adalah tentang waktu dan jarak, menurut animator Disney Grim Natwick. Pengaturan waktu adalah proses memutuskan kapan suatu gerakan harus dilakukan, sedangkan jarak adalah proses menentukan percepatan dan keleluasaan berbagai gerakan. Contoh Timing: Menentukan pada detik keberapa sebuah objek/karakter berjalan sampai ke tujuan atau berhenti. Contoh animasi yaitu seperti menentukan kerapatan gambar sebagai ilustrasi jarak (yang dalam animasi akan mempengaruhi kecepatan gerak)
2. Ease In dan Ease Out
Prinsip ini juga paling banyak digunakan dalam animasi. Gerakan melempar harus lebih lambat saat bola dinaikkan. Dan kecepatan bola yang jatuh akan bertambah. Alternatifnya, jika mobil berhenti, berhentinya harus pelan-pelan secara bertahap daripada berhenti tiba-tiba.
Slow In dan Slow Out menonjolkan akselerasi dan deselerasi yang berbeda dari setiap gerakan. Ketika sebuah gerakan dimulai dengan lambat sebelum berakselerasi, ini disebut slow in. Ketika gerakan yang agak cepat kemudian melambat, ini dikenal sebagai slow out.
3. Arcs (Lengkungan)
Banyak hal tidak bergerak secara garis lurus.Jika bola dilempar begitu saja, ia tidak akan pernah berjalan lurus; harus ada pergeseran kecil. Cobalah untuk membuat gerakan objek Anda sedikit tidak sempurna, atau sedikit “rusak”, sehingga terlihat realistis.
Busur adalah pola atau jalur virtual yang mewakili gerak sistem gerak tubuh pada animasi manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Karena gerakan mereka memiliki pola melengkung, ini memungkinkan mereka bergerak “lancar” dan lebih meyakinkan (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Lintasan tangan saat melempar bola dan lintasan bola saat bergerak, misalnya, keduanya menunjukkan busur.
4. Follow Through and Overlapping Action
Istilah “follow through” mengacu pada bagian tubuh tertentu yang terus bergerak setelah seseorang berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang terus bergerak tepat setelah melompat. Sangat mudah untuk membayangkan gerakan tumpang tindih sebagai gerakan saling silang. Ini adalah serangkaian tindakan yang datang sebelum satu sama lain (tumpang tindih).
Contoh nya seperti kelinci yang melompat. Sesaat setelah melompat telinganya masih bergerak-gerak meskipun gerakan utama lompat telah dilakukan. Gagasan ini berusaha menjelaskan bagaimana seorang tokoh bertindak sebelum melakukan suatu tindakan. Misalnya, ketika seseorang melempar bola, gerakan yang mengikuti (Follow Through) menggambarkan wajah yang tersenyum karena diisi dengan cara bola dilempar. Pergerakan rambut atau pakaian yang terjadi sebagai akibat dari pergerakan dengan demikian disebut sebagai “tindakan yang tumpang tindih.”
Dengan menambahkan elemen seperti ini, animasi lebih dari sekedar gerakan. Banyak orang yang sangat tepat dapat membuat karakter, tetapi banyak yang kesulitan menganimasikan karakter tersebut karena terlalu rumit.
5. Secondary Action (Gerakan Pelengkap)
Di ruang tunggu dokter misalnya, tokoh utamanya sedang membaca, tetapi ada pemain pendukung latar belakang, seperti orang merokok, berbicara, atau melakukan apa pun yang membuatnya tampak wajar.
Gerakan tambahan yang dikenal sebagai tindakan sekunder digunakan untuk memperkuat gerakan utama dan memberikan tampilan animasi yang lebih hidup. Untuk menyembunyikan atau mengalihkan perhatian dari gerakan primer, tindakan sekunder tidak dimaksudkan sebagai “fokus perhatian.” Penampilannya terutama berfungsi untuk menekankan dan mendukung
Contoh animasi adalah misalnya ketika terdapat anjing berjalan, tentu gerakan yang dilakukan pertama adalah mengulurkan kaki nya sebagaimana berjalan pada umumnya. Tetapi, ada dimana ketika berjalan, figur anjing teraebut menggerakan ekor dan bokong anjing. Pergerakan ekor dan bokong anjing ini lah yang dinamakan secondary action.
6. Squash and Stretch
Lentur tidak nya suatu bola, dilihat dari Bagaimana bola itu memantul ketika jatuh. Atau ketika orang melompat dan jatuh, kakinya agak sedikit lentur. Dalam Jenis prinsip ini, menambahkan efek lentur atau “plastics” para suatu objek merupakan bentuk Dari usaha mendapatkan efek gerak yang lebih hidup pada objek tersebut.
Terlebih lagi, terdapat efek dinamis Dan ‘enhancement’ pada Benda hidup atau figur tertentu jika diberikan squash and stretch. Sedangkan pada Brenda mati, terdapat efek terlihat seperti benda hidup jika melakukan terapan squash and stretch.
Contoh nya yaitu ketika sebuah bola dilemparkan. Saat dilempar, ba akan memantul dari atas ke bawah. Pergerakan ini sebenarnya menimbulkan keadaan bola yang tidak selalu memiliki bentuk yang sama dengan saat bola dalam keadaan tenang.
7. Exaggeration
Terdapat penggambaran animasi bentuk dan unsur dari animasi itu sendiri dilebih-lebihkan. Ini dilakukan sebagai upaya memberikan efek hiperbola dalam bentuk rekayasa gambar. Contoh animasi adalah seperti kartun jepang dengan kepala besar tetapi badan nya kecil atau barbie Bratz yang memiliki mata dan bibir yang besar untuk memberikan kesan cantik dengan standard barbie Bratz.
Jenis animasi seperti ini dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai bentuk ekstremitas ekspresi tertentu dan biasanya digunakan untuk keperluan komedik.
Untuk contoh lebih real nya lagi, kartun anak Tom & Jerry, Donald Duck, Mickey Mouse, dan Oggy and the cockroaches.
Saat ini, berinvestasi pada studio animasi adalah pilihan yang tepat karena animasi menjadi hal yang sangat populer dan digemari banyak orang. Banyak sekali perusahaan yang juga menggunakan animasi sebagai sarana iklan maupun presentasi. Anda dapat berinvestasi pada sektor industri kreatif di KEK Singhasari.
