9 Jenis Film Sebagai Media Hiburan Favorit Keluarga

Bagikan:
film adalah
Baca Blog Lainnya
Produser
Pengertian dan Tugas Seorang Produser dalam Pembuatan film 
Alur cerita
Kenali Apa itu Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Tahapan 
sinematografi
Mengenal Apa Itu Sinematografi dari Segi Teknik, Unsur dan Contoh
Tour Guide
Kenali Apa Itu Tour Guide Beserta Tugas dan Syarat
revolusi industri 4.0
Revolusi Industri 4.0: Pengertian, Dampak, Ciri-ciri, dan Contoh 

Film adalah salah satu media hiburan yang disukai oleh banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang tua pun juga menyukainya. Berbagai varian genre mendorongnya menjadi suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, hiburan hingga pembelajaran. 

Penonton akan merasakan sensasi dibawa oleh plot dari film yang mereka tonton. Secara tidak langsung, sebenarnya terjadi penyerapan komunikasi antara pesan yang disampaikan dengan penikmatnya. Maka film memiliki peran penting dalam sarana komunikasi yang edukatif dengan sajian yang menghibur untuk penontonnya. 

Apa Itu Film

Berbicara tentang definisi, jika diambil dari susunan kata nya berarti film adalah sinema atau sinematografi. Kata sinema berasal dari kata “Cinematographie.” Jika dijabarkan berarti “Cinema + tho” adalah phytos yang berarti “cahaya.” Kemudian, kata “graphie” memiliki arti “tulisan” atau “gambar.” Jadi, secara keseluruhan film adalah melukis gerak dengan cahaya. 

Ini pertama kali dibuat melalui berbagai proses, tentunya menggunakan gambar. Mulanya, melalui proses seluloid atau proses gambar negatif dimana nanti nya akan diubah kembali menjadi sebuah potret. Seluloid ini juga sebagai tempat dimana gambar positif ditempatkan juga untuk nanti nya akan diputar pada bioskop-bioskop dan televisi besar.

Proses ini adalah gambar yang bergerak. Pergerakan yang ada berasal dari gerakan muncul karena terjadi keterbatasan kemampuan mata dan otak manusia menangkap sejumlah pergantian gambar dalam sekian detik. Pergerakan ini yang akhirnya disebut “intermittent movement”.

Film adalah media elektronik dimana dapat membuat penonton memiliki fokus terhadap plot yang disampaikan, dimana penonton dibuat seolah merasakan realita di dalam layar. Kenapa bisa begitu? Konsentrasi penonton teralihkan oleh plot yang menghubungkan pikiran, perasaan empati seseorang pada narasi.

Baca Juga: Kenali Apa itu Sutradara dan Apa Saja Perannya dalam Pembuatan Film

Unsur-unsur Film

Film memiliki dua unsur. Unsur pertama adalah naratif, dimana terdapat plot dan karakter yang melengkapi. Unsur kedua yaitu sinematik, unsur yang membuat sinema terlihat menarik dan mengesankan ketika ditonton. Contoh nya seperti pemilihan latar belakang visual atau sinematografi yang dibuat semenarik mungkin ditambah dengan suara yang melengkapi audio. Unsur-unsur tersebut merupakan salah satu point penting untuk menghindari rasa bosan dari penonton. 

Keberadaannya sangat membantu pada sektor media komunikasi massa dan telah memasuki berbagai sektor luas untuk dapat mengikuti trend dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak genre yang memasuki bagian sosial, yang di dalamnya terdapat makna atau pesan tersendiri untuk dijadikan pelajaran. Maka dari itu, dapat menjadi sarana yang bisa mempengaruhi berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga: Pengertian dan Tugas Seorang Produser dalam Pembuatan film

Sejarah Film

Pada awal tahun 1903, mulai muncul pertama yang berjudul “The Life of an American Fireman” dan “The Great Train Robbery.” Ini muncul pertama kali di Amerika Serikat oleh Edwin S. Porter. Namun, terdapat perbedaan yang dimana karya tersebut masih berdurasi belasan menit. Tetapi, pada karya tersebut sudah menyeluruh menggambarkan unsur naratif dan sinematik di dalamnya. 

Periode penting yaitu pada tahun 1906 sampai 1916, dimana “Feature” muncul. Tidak hanya itu, ada periode ini banyak bintang yang mulai bermunculan dan terkenal dengan sebutan Hollywood. Pada periode ini juga, penulis sekaligus sutradara berbakat lahir, David Griffith. Beberapa karyanya yang sukses yaitu “The adventures of Dolly” pada tahun 1908, “The Birth of a Nation” tahun 1915, serta “Intolerance” tahun 1916. Dari situ Griffith mulai menjadi pelopor gaya akting untuk para aktor yang lebih alamiah. Semenjak itu pula, dunia karya cerita bergerak semakin membaik, menjadi media dengan daya tarik sinematografik menarik, dinamis, dan unik.

Pada periode Griffith pula lahir pembuat karya legendaris yaitu Mack Sennett dan Keystone Company. Bersama dengan Charlie Chaplin, Sennett dan Keystone membuat cerita gambar bergerak itu dengan genre komedi. Karya ini lahir pada tahun 1927 di Amerika Serikat. Mulai dari situ, persepsi masyarakat luas tentang film. Mereka mulai memiliki anggapan bahwa itu adalah karya seni kreatif, memiliki nilai estetika atau keindahan sempurna.

film sebagai media hiburan

Jenis Jenis Film

Karya gambar bergerak menyajikan berbagai alur cerita dibungkus kembali oleh daya tarik editing unik pada tiap karya nya. Dengan begitu, karya ini dikelompokkan kembali menjadi berbagai jenis. Untuk lebih dalam lagi mengenal jenis-jenisnya, mari kita simak.

1. Cerita (Fiksi) 

Salah satu cerita dengan peminat paling banyak yaitu jenis dengan plot berdasarkan narasi yang sudah dirancang sedemikian mungkin. Jenis ini disebut cerita atau cerita fiksi. Umumnya diperankan oleh seorang aktor dan aktris sesuai dengan naskah narasi yang sudah dibuat.

Tujuan dari pembuatan selain untuk karya seni yaitu untuk kepentingan komersial. Jenis karya ini dinikmati oleh para penonton di bioskop dengan membayar biaya tertentu untuk tiket masuk. Begitu juga, jika karya ini ditampilkan pada channel televisi umum, maka tayangan tersebut didukung dengan iklan tertentu yang masih relevan.

2. Non Cerita (Non Fiksi) 

Terdapat jenis yang disajikan dengan plot dari kisah nyata dan subjek yang nyata. Jenis seperti ini disebut dengan non fiksi atau non cerita. Jenis non fiksi dibagi menjadi dua yaitu faktual dan dokumenter.

Jenis faktual disajikan dengan tampilan hasil rekaman video yang mengarahkan kamera pada faktual scene. Untuk jenis dokumenter terdapat unsur subjektif pembuatannya. Jenis yang didasarkan oleh kejadian fakta, tetapi tetap ditambahkan opini atau peristiwa dari pembuat.

3. Eksperimental

Terdapat jenis yang pembuatanya untuk kepentingan eksperimen. Jenis seperti ini dibuat berdasarkan naskah narasi yang sebelumnya sudah melalui kisah atau kejadian seseorang. Dibuat dengan tujuan kebebasan berkarya seorang pembuat untuk nantinya akan dijadikan cerita eksperimental tanpa unsur komersial di dalamnya.

4. Animasi 

Pada jenis ini juga berdasarkan cara pembuatannya. Menggunakan pemanfaatan animasi seperti lukisan atau pun unsur-unsur benda mati menjadi point utama. Unsur benda mati yang digunakan dapat berupa boneka, meja, kursi, dan benda mati yang bisa ditemukan lainnya sehari-hari.

5. Drama 

Jenis film berdasarkan tema yaitu drama, menekankan alur cerita pada keinginan atau hasrat dari banyak orang pada umumnya. Jenis film menggunakan karakteristik interest manusia untuk mengajak penonton memiliki perasaan empati dengan kejadian di dalam nya. Dalam hal ini, sering kali penonton dibuat marahm sedih, bahagia- tidak lain alasan nya karena terdapat daya tarik empati antara penonton dengan tokoh karakter pada film.

6. Action 

Jenis film dimana melibatkan adegan perkelahian, pertempuran dengan penyajian darah dan luka-luka pada tokoh merupakan jenis film action. Pada jenis film seperti ini, penonton dibuat tegang dan bergairah dengan adegan yang dilakukan oleh tokoh; baik protagonist maupun antagonis.

7. Komedi 

Fokus jenis film diarahkan pada hiburan yang membuat penonton tertawa dan terhibur dengan tingkah dan aksi lucu dari tokoh-tokoh . Terdapat lelucon yang dimainkan oleh pelawak pada perannya menjadi karakter tokoh suatu film. Biasanya film ini cocok untuk disajikan bersama keluarga dan kerabat karena dapat meningkatkan kebersamaan bersama dengan lelucon yang disajikan.

8. Tragedi 

Pada jenis film terdapat adegan oleh tokoh nya mengalami kondisi dimana berakhir mati atau memiliki nasib yang tidak baik. Jenis film membuat para penonton berempati dengan merasa iba pada karakternya. Tetapi, pada jenis film, tidak jarang terdapat pesan yang dapat diambil untuk dijadikan pelajaran bagi penontonnya.

9. Horor 

Jenis film dengan adegan menegangkan dan menakutkan para penonton nya merupakan cerita dengan genre horror. Jenis film menyeramkan sehingga menimbulkan perasaan takut dan kaget setiap kali menonton. Ini seperti memiliki unsur mistis dengan sajian sinematografi spesial dari tokoh karakter masing-masing.

Baca Juga: Kenali Apa itu Alur Cerita, Fungsi, Jenis dan Tahapan

Fungsi Film

Adapun beberapa fungsi film yang perlu diketahui. Simak!

1. Sebagai Media Hiburan

Film memiliki nilai sebagai media hiburan. Jika sebuah cerita tidak dapat menarik perhatian penonton dari awal hingga akhir, maka itu dianggap gagal sebab membuat penonton cepat bosan. Nilai hiburan sangat relatif  karena tergantung dari selera penonton. Cerita bergerak itu mendapat tempat tersendiri sebagai media hiburan karena pesan-pesan yang terdapat didalamnya mampu menimbulkan imajinasi, ketegangan, ketakutan dan benturan emosional, seolah-olah khalayak penonton ikut merasakan dan menjadi bagian didalamnya.

2. Menyampaikan Pesan

Selain sebagai media hiburan, film juga memiliki fungsi sebagai media penyampaian pesan. Didalamnya terdapat pesan atau makna yang ingin disampaikan kepada penonton. Pesan ini dapat berupa moral, nilai, atau pesan sosial yang dapat mempengaruhi pandangan dan perilaku penonton.

3. Memperlihatkan Karya Seni

Film juga dapat dianggap sebagai bentuk karya seni. Seperti halnya seni lainnya yang dapat mengungkapkan keindahan, emosi, dan ekspresi dari pembuatnya. Selain itu, terdapat unsur-unsur seni seperti komposisi gambar, penggunaan warna dan pencahayaan, serta musik dan efek suara yang semuanya digabungkan untuk menciptakan sebuah karya seni yang utuh.

Dalam setiap film, ketiga fungsi ini dapat saling berkaitan dan memperkuat satu sama lainnya.

Kesimpulan

Pada dasarnya film adalah sarana hiburan bagi penontonnya karena menyajikan berbagai unsur genre atau berbagai plot termasuk yang sudah disebutkan di atas. Ini juga bisa memiliki tujuan untuk edukasi para pelajar dengan harapan menambah wawasan dan pengalaman dari karakter tokoh di dalam nya. Dunia hiburan memiliki harapan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih cerdas dan berpendidikan.

KEK Singhasari membuka peluang investasi untuk mengoptimalkan potensi bisnis anda dan meraih kesuksesan di industri kreatif.