NEWS & UPDATES

KEK Singosari Diperkirakan Tarik Investasi Rp30 Triliun

Bisnis.com, MALANG—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur, diperkirakan akan menyerap investasi Rp30 triliun jika telah ditetapkan Presiden dan beroperasi.

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama, pengembang Singhasari Residence sekaligus pengusul KEK Pariwisata Singosari, David Santoso, mengatakan usulan untuk menjadikan kawasan di daerah tersebut dengan luas 300 hektare menangkap momentum program pemerintah untuk mendatangkan 1 juta wisatawan mancanegara ke Bromo-Tengger-Semeru (BTS).

“Wisatawan mancanegara yang ke sana, tentu perlu destinasi lain, dan KEK Singosari menjadi alternatifnya,” ujarnya di Malang, Kamis (18/1/2018).

Kawasan tersebut, kata dia, didesain bukan kawasan yang terpisah dengan kawasan wisata lain, melainkan saling komplementer. Destinasi wisata di Batu, BTS, Kab. Malang, dan Kota Malang menjadi satu destinasi wisata.

Untuk keperluan tersebut, maka tengah disusun studi kelayakan dan detailed engineered design (DED)-nya. Yang jelas, KEK menonjolkan aspek pariwisata, budaya, kultur, namun juga teknologi dengan dibangunnya Techno Park.

Dalam mendatangkan investor, PT Intelegensia Grahatama akan menggandeng PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). BUMN telah berhasil dalam mengembangkan KEK di Bali sehingga tidak sulit untuk mendatangkan investor ke KEK Singosari.

“Kerja sama itu nantinya bisa dalam bentuk mendirikan PT baru, bisa pula dalam kerja sama operasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur, Lili Soleh W, mengatakan dari berbagai aspek, KEK Singosari layak dan siap ditetapkan dalam ketetapan Presiden.

Selain mendukung BTS, KEK Singosari yang nantinya mengusung keunggulan kompetitif heritage dan cultural juga telah didukung keberadaan hutan edukasi Universitas Brawijaya dan Gunung Arjuna yang ada 159 situs.

Infrastruktur juga telah memadai, terutama di kompleks KEK Singosari, di kompleks perumahan Singhasari Residence. Namun akses jalan masuk ke KEK yang sepanjang 3 km memang perlu dilebarkan dari 12 meter menjadi 20 meter. “Ini nantinya yang menjadi tugas dari Pemkab Malang,” ucapnya.

Yang juga perlu dibangun, jalan layang, sehingga arus kendaraan menuju KEK menjadi tidak terlalu padat karena pengendara yang langsung ke Malang bisa mengakses jalan layang.

“Gubernur sudah menyampaikan usulan itu ke Menko Perekonomian. Minggu depan kami ke sana untuk membahas masalah tersebut,” ujarnya.

Pada Maret 2018, diperkirakan ada sidang membahas KEK Singosari untuk menentukan diterima atau tidaknya untuk ditetapkan dengan ketetapan Presiden.

Menurut Bupati Malang Rendra Kresna, pemda tentu mendukung rencana KEK Pariwisata Singosari. Usulan KEK tinggal memenuhi persyaratan izin lokasi untuk tambahan lahan seluas 70 hektare dari total 300 hektare.

Izin tersebut tengah diproses, termasuk mengenai analisa dampak lingkungannya. “Saya perkirakan bulan ini sudah rampung,” ucapnya.

Artikel asli

11 February 2018

Jun

21

2015

Singhasari Culture & Culinary Festival

Menyadari bahwa daerah Singhasari memiliki kekuatan nilai budaya bangsa, Singhasari Residence menggelar acara seni budaya yang dirangkum dalam acara Singhasari Culture dan Culinary Festival 2015. Acara yang diadakan pada tanggal 5 - 7 Juni 2015 ini diadakan di lokasi Singhasari Residence, Museum Singhasari, dan Candi Sumberawan. Singhasari Residence mengundang sejumlah pelaku seni, mulai d. . . .

read more

Jun

01

2016

KEK Singosari Angkat Konsep Heritage

MALANG, KOMPAS.com - Meski belum ditetapkan oleh pemerintah pusat, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari di Kabupaten Malang ditargetkan beroperasi pada tahun 2020. Rencananya, KEK dengan luasan lahan sekitar 300 hektar itu akan mengangkat konsep heritage. Hal itu sesuai dengan kondisi Malang yang memiliki banyak peninggalan sejarah.

"Yang aka. . . .

read more

Jun

21

2016

Upaya Percepatan Destinasi Singhasari

AntaraJatim.com - Pada tanggal 23 Juni 2016 meliput proses penandatanganan nota kerjasama (MOU) yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer yang disaksikan oleh owner Singhasari Residence, David Santoso dan Bupati Malang, Rendra Kresna. Acara yang dilakukan di Pendopo Kabupaten M. . . .

read more