NEWS & UPDATES

KABUPATEN MALANG LIMA TAHUN MENDATANG. SEPERTI APA?

RADARMALANG - Kabupaten Malang salah satu daerah yang mendapat rezeki nomplok pada 2017 ini. Sebab, dipercaya Kementerian Pariwisata RI sebagai lokasi pengembangan wisata nasional. Kawasan ini nantinya dikelola Badan Otorita Pariwisata (BOP), lembaga yang dipercaya Kemenpar RI.

Untuk Kabupaten Malang, lokasi pengembangan wisata oleh BOP dipusatkan di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.  Peran dari BOP sebagai operator pusat wisata yang bertujuan mendukung pengembangan kawasan wisata Bromo Tengger Semeru tersebut.

Bupati Malang Rendra Kresna menyebut, untuk ketersediaan lahan sudah aman. Artinya, lahan seluas 150 hektare sudah siap pakai. Sebab, lahan itu selama ini menjadi hak milik pemkab. Bahkan, tidak hanya di Wonosari yang disediakan untuk keperluan BOP itu, tapi ada lahan di Desa Duwet Krajan, Tumpang. Luasnya 50 hektare.

”Output yang dihasilkan akan sangat baik. Akan tercipta berbagai bentuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama dari sektor ekonomi kreatif,” tambah Rendra.

Sebelum pembangunan dilakukan, Kemenpar RI dan Pemkab Malang masih harus menunggu disahkannya peraturan presiden (perpres). Baru setelah turun perpres-nya, pembangunan pusat wisata itu dimulai. Diprediksi, sebelum 2020 sudah terwujud.

Bersamaan dengan rencana pusat wisata di Wonosari, Pemkab Malang juga merancang KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Ini nantinya menjadi pusat ekonomi yang berada di Singosari. Ada lahan seluas 200 hektare yang disediakan investor dari PT Intelegensia Grahatama untuk kawasan ekonomi ini. Karena menjadi pusat ekonomi, di area ini akan dibangun techno park, wisata berbasis edukasi, rumah sakit bertaraf internasional, pusat perbelanjaan, serta hotel.

Khusus untuk KEK ini, proses perizinan sudah berjalan. Bahkan, 3 November 2017, bupati Malang juga sudah melaporkannya kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

”Materi presentasi yang disampaikan saat itu meliputi beberapa hal. Seperti luas lahan, rencana tata ruang wilayah (RTRW), analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dan bentuk dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Malang,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Dari hasil presentasi tersebut, gubernur Jatim langsung mendukung. Kini, Pemkab Malang tinggal melengkapi data-data serta konsep secara detail untuk dikirim ke gubernur. Selanjutnya, diteruskan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Setelah itu, gubernur dan Pemkab Malang tinggal menunggu panggilan audiensi dari Kementerian. Bila disahkan, perpres (peraturan presiden) bakal dibuat. ”Nanti ada pergub (peraturan gubernur) juga,” sambung Made. Diprediksi pemkab, perpres bisa turun tahun depan sehingga pembangunan bisa segera dimulai.

Untuk mewujudkan proyek prestisius itu, selain didukung PT Intelegensia Grahatama, pemkab juga menggandeng ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), perusahaan yang berpengalaman menjadi operator kompleks wisata.

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso menjelaskan, proses persiapan awal KEK Singosari hingga saat ini sudah mencapai 70 persen. Dia mengakui bila persiapannya memang memerlukan waktu yang panjang. ”Karena persiapannya juga menyangkut rekayasa infrastruktur,” tambahnya.

Jika tahun depan proses pembangunan KEK Singosari bisa dimulai, dibutuhkan anggaran yang cukup besar. David menyebut, nilai investasi awalnya berjumlah Rp 1,5 triliun. ”Kalau secara keseluruhan kurang lebih butuh Rp 10 triliun untuk membangun KEK Singosari,” kata pengembang Singhasari Residence ini.

Pengembangan KEK memang tak menunjuk satu investor tunggal. Investor lain juga bisa digandeng. Cara inilah yang juga dipakai untuk mengembangkan kawasan Nusa Dua Bali.

Artikel asli

11 February 2018

Jun

21

2016

Upaya Percepatan Destinasi Singhasari

AntaraJatim.com - Pada tanggal 23 Juni 2016 meliput proses penandatanganan nota kerjasama (MOU) yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer yang disaksikan oleh owner Singhasari Residence, David Santoso dan Bupati Malang, Rendra Kresna. Acara yang dilakukan di Pendopo Kabupaten M. . . .

read more

Feb

11

2018

Minta Dukungan, Bupati Rendra Kresna Presentasikan KEK Singosari di Hadapan Gubernur

MALANGTIMES - Proses pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari yang sejak beberapa bulan lalu terus digodok oleh berbagai pemangku kepentingan, kini telah sampai pada tahap penyampaian kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Melalui presentasi yang langsung disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Malang kepada Gubernur Jatim, KEK Singosari yang tinggal menunggu. . . .

read more

Feb

11

2018

Butuh Rp 10 Triliun untuk KEK Singosari

Malang (beritajatim.com) -Proyek besar sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satunya, menjadikan Kecamatan Singosari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menunjang Pariwisata di wilayah cukup luas di Jawa Timur ini. 

Sejumlah persiapan dan agenda besar pun dilakukan. Pengelola serta pemilik kawasan KEK, David Santoso, ditemui awak media d. . . .

read more