NEWS & UPDATES

Butuh Rp 10 Triliun untuk KEK Singosari

Malang (beritajatim.com) -Proyek besar sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satunya, menjadikan Kecamatan Singosari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menunjang Pariwisata di wilayah cukup luas di Jawa Timur ini. 

Sejumlah persiapan dan agenda besar pun dilakukan. Pengelola serta pemilik kawasan KEK, David Santoso, ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten, Jalan KH Agus Salim, Kota Malang mengatakan bahwa sebelumnya  beberapa bulan lalu, Menteri Pariwisata, Arif Yahya sempat datang ke Singosari untuk memaparkan KEK. Dimana konsep KEK tersebut lebih menonjolkan unsur sosiokultural.

"Singosari memiliki magnet sejarah besar berupa Candi Singosari," terang David, Kamis (2/11/2017). Untuk membahas persiapan KEK Singosari, David bersama pejabat Pemkab akan rapat bersama Gubernur Jatim, Soekarwo, esok hari. 

Menurut David, guna mengembangkan dan membangun kawasan KEK dengan lahan 200 hektar, dibutuhkan dana Rp 10 triliun. Besarnya anggaran tersebut, lanjutnya, dikucurkan dalam tuga tahap pencairan. 

"Tahap awal sekitar Rp 1,5 triliun. Kami berharap tahun depan sudah mulai realisasi untuk pembangunan," beber David. 

Ia melanjutkan, untuk mendapatkan izin dari Kementerian Koordinator Perekonomian, harus mendapatkan rekomendasi dari Soekarwo terlebih dahulu. 

"Teknisnya saya mengajukan surat ke Bupati Malang. Kemudian Bupati melakukan kajian dan setelah selesai baru melanjutkan ke Gubernur. Hanya Gubernur yang bisa bersurat ke Kemenko," urainya.

Saat ini kesiapan untuk persyaratan sudah mencapai 70 persen.  Persyaratan mencakup legalitas, kesesuaian dengan gaya ruang, kebijakan daerah dan infrastruktur. 
“Ada kunci 3A untuk mengembangkan KEK. Ketiganya adalah akses, atraksi dan amenitas. Untuk akses dan atraksi atau hal yang akan disuguhkan, Singosari bisa dibilang mumpuni,” katanya.

“Akses menuju bandara, baik Juanda atau Abdulrachman Saleh juga bisa ditempuh dengan mudah. Sementara itu, atraksi, Candi Singosari memiliki magnet untuk sosiokultural yang tinggi. Tinggal amenitas yang harus dikembangkan dan dibangun,” tambah David.

David memandang, amenitas adalah fasilitas penunjang. Seperti hotel, restauran, perbankan, agen perjalanan dan semua hal yang berkaitan dengan wisata. 

"Satu contoh soal restoran, karena KEK ini bidikanya untuk mendongkrak kunjungan wisata mancanegara, jadi harus disesuaikan dengan selera mereka. Chinese, western atau lainnya," tegasnya. 

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk konsep KEK, menurut David, mencakup sharing pembangunan infrastruktur antara pemerintah daerah dan pusat. Dampak ekonomi ragional hingga nasional juga menjadi pertimbangan. 

Mengapa Singosari jadi pilihan, pertimbangannya adalah, KEK pariwisata ditempatkan di Singosari, karena akses transportasi menuju wisata Bromo, Tengger dan Semeru juga tidak terlalu jauh. 

Saat ini, Pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara berjumlah 10 hingga 20 juta, secara nasional. Sementara khusus Bromo, Tengger dan Semeru ditargetkan mampu menarik 1 juta wisatawan mancanegara.

"KEK ini sudah memenuhi program kementerian. Dimana wisata Bromo, Tengger dan Semeru ditargetkan 1 juta. Sekarang sekitar 300 ribu wisatawan mancanegara," David mengakhiri. (yog/ted)

Artikel asli

11 February 2018

Jun

21

2016

Upaya Percepatan Destinasi Singhasari

AntaraJatim.com - Pada tanggal 23 Juni 2016 meliput proses penandatanganan nota kerjasama (MOU) yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer yang disaksikan oleh owner Singhasari Residence, David Santoso dan Bupati Malang, Rendra Kresna. Acara yang dilakukan di Pendopo Kabupaten M. . . .

read more

Feb

11

2018

KABUPATEN MALANG LIMA TAHUN MENDATANG. SEPERTI APA?

RADARMALANG - Kabupaten Malang salah satu daerah yang mendapat rezeki nomplok pada 2017 ini. Sebab, dipercaya Kementerian Pariwisata RI sebagai lokasi pengembangan wisata nasional. Kawasan ini nantinya dikelola Badan Otorita Pariwisata (BOP), lembaga yang dipercaya Kemenpar RI.

Untuk Kabupaten Malang, lokasi pengembangan wisata oleh BOP dipusatkan di Desa Wonosari, Ke. . . .

read more

Mar

01

2010

KEK SINGOSARI BAKAL LAUNCHING BARENG TOL MAPAN

SINGOSARI, RADARMALANG – Optimisme membuat Singosari menjadi KEK (kawasan ekonomi khusus) ke-12 yang terbentuk di Indonesia sudah melewati tahapan cukup panjang. Meski luasan lahan yang diajukan ”hanya” 300 hektare, tapi nilai investasi yang digadang-gadang bakal masuk tidak akan kalah dari KEK daerah lain.

Investor KEK Singosari sekaligus Direk. . . .

read more